Ramadan selalu datang dengan janji perubahan. Setiap tahun, ia hadir sebagai panggung spiritual tempat dosa-dosa dikikis dan jiwa dibersihkan. Tapi kenyataan di lapangan? Tidak selalu begitu. Kita sering melihat fenomena yang justru mengaburkan esensi Ramadan itu sendiri. Ada yang berpuasa, tapi lisan tetap tajam. Ada yang tarawih, tapi hatinya sibuk mencibir. Ada yang berbagi, tapi… Lanjutkan membaca Kalau Ramadan Tak Membuat Lebih Baik, Mungkin Kita Cuma Haus THR
Zakat Fitrah vs Pajak: Mana yang Lebih Adil?
Setiap Ramadan, ada satu ritual yang tak pernah luput dari perhatian umat Islam: zakat fitrah. Bukan hanya sebagai pelengkap ibadah puasa, tetapi juga sebagai simbol pembersihan diri dan kepedulian sosial. Di sisi lain, dalam kehidupan modern yang bernafas negara-bangsa, ada pajak yang kita bayar secara rutin. Keduanya sama-sama bertujuan mendistribusikan kekayaan demi kebaikan kolektif. Namun,… Lanjutkan membaca Zakat Fitrah vs Pajak: Mana yang Lebih Adil?
Ketika Masjid Megah dan Gubuk Reyot Sama-sama Bilang ‘Alhamdulillah’
Ramadan selalu datang sebagai bulan introspeksi. Bagi sebagian orang, ia adalah ladang pahala yang subur; bagi yang lain, ia adalah pelarian dari rutinitas yang melelahkan. Namun di antara semua perbedaan itu, ada satu ungkapan yang terdengar sama: Alhamdulillah. Suara yang sama menggema dari masjid megah berpendingin udara hingga gubuk reyot yang hanya beratap seng. Bagaimana… Lanjutkan membaca Ketika Masjid Megah dan Gubuk Reyot Sama-sama Bilang ‘Alhamdulillah’
Media Sosial dan Cancel Culture: Ramadan sebagai Solusi?
Di era digital yang penuh dengan hiruk-pikuk informasi, media sosial telah menjadi arena baru bagi dinamika sosial, politik, dan budaya. Salah satu fenomena yang mencolok adalah cancel culture, di mana individu atau kelompok yang dinilai bersalah secara moral atau sosial dihukum melalui boikot sosial di dunia maya. Dalam konteks ini, Ramadan, dengan mekanisme maghfirah (pengampunan)… Lanjutkan membaca Media Sosial dan Cancel Culture: Ramadan sebagai Solusi?
Taubat Nasuha vs. Taubat Seleb: Apa Bedanya?
Ramadan adalah bulan di mana kata "taubat" menjadi jargon utama. Ia bukan sekadar kata, tetapi semacam mantra tahunan yang diulang-ulang dengan keyakinan bahwa semua dosa akan hilang seiring dengan datangnya Idulfitri. Namun, di era digital ini, muncul fenomena menarik: taubat bukan lagi soal hubungan personal dengan Tuhan, tetapi soal citra publik. Di sinilah kita menemukan… Lanjutkan membaca Taubat Nasuha vs. Taubat Seleb: Apa Bedanya?
Lailatul Qadar itu Nyata atau Cuma Halusinasi Orang Kurang Tidur?
Ramadan tidak pernah kehilangan daya tariknya. Dari sahur hingga buka puasa, dari tarawih hingga tadarus, semuanya seolah penuh dengan keajaiban. Namun, di antara semua momen magis Ramadan, tidak ada yang sefenomenal Lailatul Qadar. Ini adalah malam yang dikatakan lebih baik dari seribu bulan. Tapi ada satu pertanyaan yang menggelitik: apakah Lailatul Qadar itu nyata atau… Lanjutkan membaca Lailatul Qadar itu Nyata atau Cuma Halusinasi Orang Kurang Tidur?
Mengapa Kita Lebih Takut Lapar Daripada Takut Lalai?
Ada hal yang ironis dalam kehidupan kita sebagai manusia modern. Kita hidup di zaman yang menawarkan kenyamanan tak terbayangkan oleh generasi sebelumnya. Makanan bisa dipesan dengan sekali sentuh pada layar ponsel, minuman tersedia dingin atau hangat sesuai selera, dan camilan ada di sudut-sudut rumah. Namun, di tengah segala kelimpahan ini, mengapa kita justru lebih takut… Lanjutkan membaca Mengapa Kita Lebih Takut Lapar Daripada Takut Lalai?
Puasa tapi Nongkrong sampai Sahur, Tidur Sampai Buka
Bulan Ramadan selalu dikaitkan dengan momentum peningkatan ibadah dan refleksi spiritual. Namun, bagi sebagian orang—terutama generasi muda—bulan suci ini justru menjadi panggung absurd tempat kebiasaan terbalik diam-diam dirayakan. Kita bicara tentang mereka yang nongkrong sampai sahur, lalu tidur sepanjang hari hingga buka. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan; ia adalah cermin dari realitas sosial dan filosofi… Lanjutkan membaca Puasa tapi Nongkrong sampai Sahur, Tidur Sampai Buka
Kesalehan Digital: Realitas atau Pencitraan?
Ramadan bukan hanya bulan suci untuk berpuasa, tapi juga bulan sibuk di media sosial. Foto-foto iftar mewah, story tarawih tepat waktu, dan kutipan-kutipan islami yang diunggah setiap hari seakan menjadi indikator kesalehan. Namun, di tengah-tengah parade kebaikan digital ini, ada sesuatu yang janggal: bagaimana mungkin seseorang yang rajin sholat tepat waktu tetap menjadi sosok yang… Lanjutkan membaca Kesalehan Digital: Realitas atau Pencitraan?
Memaafkan tapi Tidak Melupakan: Hipokrisi atau Kebijaksanaan?
Dalam kehidupan sosial, khususnya di bulan Ramadan, wacana tentang memaafkan menjadi tema yang paling sering diangkat. Media sosial penuh dengan kutipan bijak tentang pentingnya memaafkan, khutbah Jumat berlomba-lomba menegaskan bahwa memaafkan adalah kebajikan tertinggi, dan budaya Lebaran dengan tradisi saling bermaafan meneguhkan hal itu sebagai norma sosial. Namun, ada satu pernyataan yang sering muncul dalam… Lanjutkan membaca Memaafkan tapi Tidak Melupakan: Hipokrisi atau Kebijaksanaan?
Ramadan di Perantauan: Tak Mudik Karena Efisiensi Anggaran
Ramadan selalu membawa nuansa haru dan kebersamaan. Bagi banyak orang, bulan ini identik dengan mudik—sebuah perjalanan sakral yang menyatukan keluarga yang tersebar oleh ruang dan waktu. Namun, tidak semua memiliki kesempatan untuk pulang. Bagi sebagian perantau, keputusan untuk tidak mudik bukan sekadar soal waktu, tetapi juga soal efisiensi anggaran. Di sinilah Ramadan menjadi panggung pergulatan… Lanjutkan membaca Ramadan di Perantauan: Tak Mudik Karena Efisiensi Anggaran
Memaafkan itu Baik, Tapi Jangan Sampai Dijadiin Bahan Story WA
Ramadan selalu dikaitkan dengan momentum pemaafan. Menjelang Idulfitri, orang-orang mulai mengirim pesan panjang tentang khilaf dan salah, berharap diampuni atas dosa yang barangkali tidak mereka ingat lagi. Namun, di era digital, pemaafan bukan lagi ritual pribadi; ia telah berubah menjadi pertunjukan publik. Setiap tahun, ribuan story WhatsApp dan Instagram dipenuhi dengan ucapan maaf yang dirangkai… Lanjutkan membaca Memaafkan itu Baik, Tapi Jangan Sampai Dijadiin Bahan Story WA
Ujian Kesabaran: Kemacetan Jakarta Saat Pulang Buka Puasa
Ramadan di Jakarta bukan hanya tentang puasa, tarawih, dan bukber. Ada satu fenomena lain yang tak kalah sakral: kemacetan legendaris saat pulang buka puasa. Jalanan berubah menjadi lautan kendaraan yang tak bergerak, klakson bersahutan seperti paduan suara tanpa dirigen, dan aroma polusi bercampur asap knalpot menjadi parfum wajib setiap malam. Antropologi Jalanan Ramadan Setiap Ramadan,… Lanjutkan membaca Ujian Kesabaran: Kemacetan Jakarta Saat Pulang Buka Puasa
Neraka itu Ada atau Cuma Kiasan?
Ramadan, bulan penuh berkah yang selalu datang dengan janji-janji kebaikan dan ampunan, juga membawa serta bayang-bayang ketakutan. Bagi banyak dari kita, sejak kecil, agama sering kali diajarkan dengan narasi surga dan neraka. Surga untuk yang taat, dan neraka untuk yang melanggar. Namun, seiring bertambahnya usia dan bertambahnya kerutan di dahi akibat terlalu banyak mikir, muncul… Lanjutkan membaca Neraka itu Ada atau Cuma Kiasan?
Koruptor yang Rajin Tarawih: Apakah Neraka Masih Menanti?
Ramadan, bulan yang penuh berkah dan ampunan, kerap kali menjadi panggung kontradiksi. Di satu sisi, kita menyaksikan masjid-masjid penuh dengan jamaah yang khusyuk, tetapi di sisi lain, berita tentang koruptor yang rajin tarawih sering kali membuat kita bertanya-tanya: apakah rajinnya tarawih bisa menebus dosa-dosa korupsi? Atau ini hanya sandiwara rohani untuk menutupi kejahatan finansial? Teologi… Lanjutkan membaca Koruptor yang Rajin Tarawih: Apakah Neraka Masih Menanti?
Spiritualitas yang Tersandera Gawai
Ramadan adalah bulan ampunan, bulan di mana umat Islam berlomba-lomba memperbaiki diri. Masjid penuh saat tarawih, timeline media sosial penuh dengan kutipan hadis dan ayat suci. Namun, di balik semua itu, ada satu fenomena yang sulit dipungkiri: sebagian dari kita bisa khusyuk dalam tahajud tapi gagal total dalam berhenti stalking mantan. Kenapa ini terjadi? Apakah… Lanjutkan membaca Spiritualitas yang Tersandera Gawai
Puasa Tapi Gosipin Teman: Apa Masuk Surga?
Ramadan, bulan suci yang seharusnya penuh dengan refleksi dan kebaikan, sering kali berubah menjadi arena pertarungan tak kasat mata. Salah satunya adalah kebiasaan gosip yang tetap hidup subur meski mulut kering kehausan. Ironis, bukan? Kita menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi tidak dari membicarakan orang lain. Lantas, apakah puasa semacam ini masih layak diantar… Lanjutkan membaca Puasa Tapi Gosipin Teman: Apa Masuk Surga?
Mengapa Kita Mudah Marah Saat Puasa?
Puasa Ramadan sering disebut sebagai latihan spiritual yang mengajarkan kesabaran dan pengendalian diri. Namun, kenyataannya, banyak orang justru merasa lebih mudah marah saat berpuasa. Ketika perut kosong dan energi menurun, tiba-tiba hal kecil bisa memicu kemarahan besar. Apa yang sebenarnya terjadi dalam otak kita selama puasa? Bagaimana neurosains menjelaskan fenomena ini? Puasa dan Perubahan Kimiawi… Lanjutkan membaca Mengapa Kita Mudah Marah Saat Puasa?
Paradoks Dermawan di Ramadan: Tulus atau Pencitraan?
Ramadan adalah bulan penuh berkah. Bagi sebagian orang, ia adalah waktu untuk memperbaiki diri; bagi sebagian lainnya, ia adalah waktu untuk memperbaiki citra. Fenomena orang kaya yang tiba-tiba menjadi dermawan di bulan Ramadan telah menjadi pemandangan yang biasa. Dari pembagian sembako massal hingga sedekah uang dengan liputan media, pertanyaannya adalah: apakah ini murni karena ketulusan… Lanjutkan membaca Paradoks Dermawan di Ramadan: Tulus atau Pencitraan?
Ngabuburit: Antara Spiritualitas dan Hedonisme
Tradisi Religius atau Sekedar Cari Kuliner? Ramadan selalu menjadi bulan yang penuh dengan kebiasaan unik di berbagai belahan dunia, khususnya di Indonesia. Salah satu tradisi yang paling populer adalah ngabuburit — istilah lokal yang berarti 'menunggu waktu berbuka puasa'. Namun, di era modern ini, ngabuburit telah berevolusi dari sekadar momen kontemplatif menjadi festival kuliner jalanan… Lanjutkan membaca Ngabuburit: Antara Spiritualitas dan Hedonisme
Puasa Tapi Pacaran: Dosakah atau Cuma Salah Prioritas?
Ramadan adalah bulan yang sakral, penuh dengan peluang emas untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Tapi seperti biasa, manusia tak pernah kehabisan alasan untuk membuat bulan ini lebih 'berwarna'. Salah satu fenomena yang selalu jadi perdebatan hangat adalah kasus batal puasa karena pacaran. Pertanyaannya, ini murni soal dosa atau cuma masalah salah prioritas? Puasa sebagai Pengendalian… Lanjutkan membaca Puasa Tapi Pacaran: Dosakah atau Cuma Salah Prioritas?
Polemik Tarawih Live Tiktok
Tarawih di Era Digital Ramadan selalu membawa nuansa spiritual yang khas. Di masjid-masjid, suara lantunan ayat Al-Qur’an mengalun, jamaah berbaris rapi, dan rukuk-sujud dilakukan dengan khidmat. Namun, beberapa tahun terakhir, fenomena baru muncul: Tarawih Live TikTok. Beberapa ustaz, dai, atau bahkan masjid menggelar salat Tarawih secara langsung di platform media sosial, disaksikan ribuan—bahkan puluhan ribu—penonton. Praktik… Lanjutkan membaca Polemik Tarawih Live Tiktok
Godaan TikTok saat Tarawih: Ujian atau Azab?
Ramadan selalu datang dengan sejuta pesona. Ia adalah bulan di mana umat Muslim berlomba-lomba menambah pahala, berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, dan mendekatkan diri pada Tuhan. Namun, di era digital ini, godaan untuk menyimpang dari niat suci itu semakin besar. Salah satu godaan terbesar yang diam-diam merajalela adalah aplikasi bernama TikTok. Tarawih, yang seharusnya… Lanjutkan membaca Godaan TikTok saat Tarawih: Ujian atau Azab?
Tarawih 8 vs. 20 Rakaat: Polemik Suci Yang Tak Pernah Usai
Bulan Ramadan selalu datang dengan keriuhan yang khas. Ini adalah bulan di mana masjid-masjid mendadak penuh, lantunan doa bersahut-sahutan, dan pasar kue basah meriah sepanjang jalan. Tetapi di antara semua tradisi Ramadan yang menenangkan, ada satu tradisi yang justru menggelitik logika dan mengguncang batin: Perdebatan abadi tentang jumlah rakaat tarawih. 8 atau 20? Seolah-olah, keselamatan… Lanjutkan membaca Tarawih 8 vs. 20 Rakaat: Polemik Suci Yang Tak Pernah Usai
War Takjil: Laboratorium Harmoni Antar Agama
Ramadan selalu datang dengan kehangatan dan keriuhan khas Indonesia. Selain puasa, tarawih, dan tadarus, ada satu tradisi yang sepertinya sudah menjadi ikon nasional: war takjil. Di mana ada Ramadan, di situ ada takjil gratis. Tidak ada negara yang mengemas spiritualitas dengan semeriah ini. Tetapi di balik kemeriahan itu, war takjil bukan hanya tentang makanan. Ia… Lanjutkan membaca War Takjil: Laboratorium Harmoni Antar Agama
Buka Puasa dengan Rokok: Dosakah atau Cuma Budaya?
Ramadan selalu menyimpan cerita yang beragam, mulai dari kekhusyukan ibadah hingga kebiasaan-kebiasaan yang menimbulkan perdebatan. Salah satu fenomena menarik yang terus bertahan adalah kebiasaan merokok setelah berbuka puasa. Bagi sebagian orang, menyalakan rokok pertama setelah seharian menahan lapar dan dahaga adalah kenikmatan tiada tara. Namun, bagi yang lain, ini adalah ironi besar: bagaimana mungkin setelah… Lanjutkan membaca Buka Puasa dengan Rokok: Dosakah atau Cuma Budaya?
Fenomena Bukber Tukar Kado
Ramadan bukan hanya bulan suci penuh berkah, tetapi juga bulan dengan agenda sosial yang padat. Salah satu tradisi yang semakin marak adalah acara buka bersama (bukber) yang diiringi dengan sesi saling tukar hadiah. Apa yang awalnya dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi kini berubah menjadi ajang pamer terselubung. Dari hadiah mewah hingga postingan media sosial dengan caption… Lanjutkan membaca Fenomena Bukber Tukar Kado
Bukber: Acara Silaturahmi atau Pamer?
Ramadan selalu menghadirkan euforia tersendiri bagi umat Muslim. Tidak hanya karena pahala yang berlipat ganda, tetapi juga karena berbagai tradisi yang mewarnai bulan suci ini. Salah satunya adalah tradisi buka bersama alias bukber. Dari grup alumni SD hingga kantor, dari reuni keluarga hingga geng sepeda pagi, semua berlomba-lomba membuat acara bukber. Tapi di balik suasana… Lanjutkan membaca Bukber: Acara Silaturahmi atau Pamer?
Influencer Ramadan: Dai atau Pedagang Agama?
Ramadan adalah bulan yang suci, tetapi juga bulan yang ramai. Tidak hanya ramai oleh doa dan ibadah, tetapi juga oleh konten media sosial. Di zaman digital ini, Ramadan tidak lagi sekadar momen spiritual; ia telah menjadi panggung bagi para influencer agama. Mereka menyebarkan nasihat, petuah, dan motivasi spiritual yang diikuti ribuan hingga jutaan orang. Namun,… Lanjutkan membaca Influencer Ramadan: Dai atau Pedagang Agama?
Allah Maha Penyayang, Tapi Kenapa Sahur Harus Jam 4 Pagi?
Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, penuh rahmat, dan penuh tantangan. Di antara tantangan terbesar yang dihadapi umat Muslim selama bulan suci ini adalah bangun sahur. Tepat jam 4 pagi, ketika bantal masih terasa seperti surga kecil dan kasur seakan memeluk lebih erat dari biasanya, adzan subuh menanti dengan sabar. Tapi tunggu dulu, pertanyaan absurd… Lanjutkan membaca Allah Maha Penyayang, Tapi Kenapa Sahur Harus Jam 4 Pagi?
Puasa Tapi Boros: Paradoks Konsumerisme Ramadan
Ramadan, bulan yang diklaim penuh kesederhanaan, justru sering berubah menjadi arena konsumerisme paling meriah dalam kalender tahunan. Ini adalah bulan di mana kita diperintahkan untuk menahan diri, tetapi entah bagaimana, kita justru menjadi lebih boros. Dari makanan hingga pakaian, dari takjil hingga THR, semua meningkat secara eksponensial. Lantas, apakah kita benar-benar berpuasa, atau hanya mengganti… Lanjutkan membaca Puasa Tapi Boros: Paradoks Konsumerisme Ramadan
Merayakan Toleransi: Antara Gagasan dan Realita yang (Masih) Pahit
Sebuah Peringatan yang (Masih) Terasa Getir Setiap tahun, tanggal 16 November mengingatkan kita pada Hari Toleransi Internasional. Sebuah hari yang seharusnya menjadi refleksi, tapi justru sering berubah menjadi rutinitas—upacara tanpa makna, seminar tanpa solusi, atau poster tanpa tindakan. Di Indonesia, kita pandai merayakan toleransi dalam kata-kata, tetapi masih gagap menjalankannya dalam praktik. "Kami menghargai perbedaan," begitu bunyi pidato resmi.… Lanjutkan membaca Merayakan Toleransi: Antara Gagasan dan Realita yang (Masih) Pahit
Skor Turnitin Tinggi Belum Tentu Plagiasi
Donald Qomaidiasyah Tungkagi Artikel ini berawal dari pengalaman pribadi, ketika penulis tidak lulus dalam seleksi proposal penelitian yang didanai kampus karena skor turnitin di atas 50%. Meski penulis yakin dalam proses penulisan telah mengikuti kaidah penulisan ilmiah. Kesalahan utama penulis adalah tidak melakukan pengecekan similarity dan melakukan parafrase terlebih dahulu sebelum submit proposal. Tidak ada… Lanjutkan membaca Skor Turnitin Tinggi Belum Tentu Plagiasi
Beragama di Era Corona: Refleksi di Tengah Wabah
Corona sebagai Ujian SpiritualWabah Corona datang bagai tamu tak diundang. Ia mengubah ritme kehidupan, memaksa kita menjalani ritual baru: social distancing, bekerja dari rumah, beribadah dalam sepi. Di tengah kegelisahan ini, agama—yang kerap dirayakan dalam kebersamaan—tiba-tiba harus menemukan bentuknya yang paling intim: seorang hamba dan Tuhannya, tanpa keramaian masjid, gereja, atau pura. Ini bukan sekadar ujian… Lanjutkan membaca Beragama di Era Corona: Refleksi di Tengah Wabah
Masjid Al-Muttaqin yang Dirindukan
"Ya Kariim.." Aku merindukan kata ini jelang berbuka. Sholawat khas ramadhan ini dilantunkan di masjid Al-Muttaqin melalui pengeras suara. Aku menantikan "Ya Karim" dengan persiapan beberapa kudapan dan minuman sekadar pelepas dahaga saat berbuka. Sederhana, namun indah dan terasa bahagia. "Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaik.." Sholawat khas ramadhan di masjid Al-Muttaqin yg juga dirindukan. Berbeda dengan sholawat… Lanjutkan membaca Masjid Al-Muttaqin yang Dirindukan
Sayidah Khadijah Istri Rasulullah
Lagu "Aisyah Istri Rasulullah" belakangan sangat populer di kalangan warga +62. Setiap buka YouTube, beberapa cover lagu ini jadi trending termasuk yang paling populer versi Sabyan Gambus. Hingga status ini ditulis, cover versi Sabyan sudah ditonton 21 juta kali dan masih bertengger di posisi #2 trending. Sisi romantis yang begitu ditonjolkan menjadi faktor utama viralnya… Lanjutkan membaca Sayidah Khadijah Istri Rasulullah
Wawasan untuk Pembenci Banser
Perang tagar #BUBARKANBANSER dan #BanserUntukNegeri sejak kemarin terjadi begitu sengit. Saat tulisan ini dibuat, dalam situs www.trends24.in sekitar 10 jam yang lalu #BubarkanBanser menjadi trending topik jagat twitter dengan 124K twitt, tagar #BanserUntukNegeri berada di posisi ke empat dengan 74K twitt. Saat ini, tagar #BanserMaju1Barisan menjadi trending topik. Karena tidak paham, awalnya saya termasuk yang masa bodoh dengan perang tagar ini. Masa iya,… Lanjutkan membaca Wawasan untuk Pembenci Banser
PAPUA-NU-NKRI
"Saya sampaikan, orang Papua mencintai Gus Dur, Ibu Gubernur tuh kadernya Gus Dur, kenapa mahasiswa saya dianiaya seperti itu hanya karena masalah bendera, tidak dibenarkan," kata Gubernur Papua Lukas Enembe, saat berjumpa dgn masa aksi, Senin (19/8/2019). Pernyataan Gubernur Papua ini semakin menguatkan relasi antara PAPUA-NU-NKRI. Bagi NU tak akan ada NKRI tanpa PAPUA. Begitu… Lanjutkan membaca PAPUA-NU-NKRI
Tempat Kalimat Tauhid yang Seharusnya
GP Ansor dan Banser sebagai salah satu badan otonom NU masih saja diserang dengan narasi “Anti Kalimat Tauhid.” Sampai sekarang saya masih sering mendapat kiriman bernada kebencian di grup WhatsApp dan capture dari postingan Facebook. Entah kepada, topik “Banser anti Kalimat Tauhid" tampak masih renyah digoreng sedemikian rupa. Padahal sangat mustahil dilakukan oleh ormas… Lanjutkan membaca Tempat Kalimat Tauhid yang Seharusnya
Berzikir di Dunia Maya
Lafaz kalimat "Lâ Ilâha illalLâh Muhammad RasûluLlâh" semakin viral jadi postingan status di dunia maya. Tak jarang postingan tentang kalimat ini dibumbui "kepsyen" yang menunjukkan kuatnya kecintaan si empuh status kepada Allah SWT. Fenomena rame-rame posting kalimat tauhid justru tampak seperti "berzikir di dunia maya". Meskipun tak jelas apa dapat pahala atau tidaknya, bagi… Lanjutkan membaca Berzikir di Dunia Maya
Saya dan Ustadz Abdul Somad
Sekilas membaca judulnya bisa jadi yang terlintas dibenak pembaca adalah seakan saya dan Ustadz Abdul Somad setara. Mungkin setara di mata hukum negara, tapi jauh bedanya di mata Allah. Beliau lebih tinggi ilmunya, bahkan kemungkinan lebih takwa. Meski begitu saat membaca sekilas biografi beliau, beberapa hal saya kira ada kesamaan. Misalnya, Ustadz Abdul Somad,Lc, MA… Lanjutkan membaca Saya dan Ustadz Abdul Somad
Menyalahkan Itu Mudah
Seorang murid di sekolah melukis begitu mengagumi lukisan yang baru dibuatnya, ia menilai itu adalah karya terbaiknya . Dengan besar hati ia memasang lukisannya di etalase umum di sekolah nya, ia berharap penilaian tentang lukisannya dari teman2 satu sekolah. Di bawah lukisan ia menulis : "Barangsiapa yang menemukan kesalahan pada lukisan ini, mohon diberi tanda… Lanjutkan membaca Menyalahkan Itu Mudah
Cara Pesan Buku “Membaca [kembali] Bolaang Mongondow”
Cukup melelahkan juga proses yang penulis lalui dalam menerbitkan buku ini. Penulis juga harus menguburkan niatan untuk mengirimkan naskah buku ini ke penerbit ternama. Konten buku yang terlalu lokal sentris, telah penulis sadari sejak jauh hari akan menjadi kendala yang cukup berarti dalam penerbitan. Akhirnya, bermodal nekad—meski sempat dihinggapi keraguan—penulis memberanikan diri menerbitkan sendiri buku… Lanjutkan membaca Cara Pesan Buku “Membaca [kembali] Bolaang Mongondow”
Telah Terbit Buku Bolaang Mongondow
Judul : MEMBACA [KEMBALI] BOLAANG MONGONDOW: Renungan Masa Lalu, Kini, dan Nanti Penulis : Donald Qomaidiansyah Tungkagi Penerbit : Oase Pustaka Deskripsi : 210 hlm; 14 x 21 cm Tahun Terbit : Cetakan I, Maret 2017 Harga : Rp. 50.000,- Secara umum buku ini menghadirkan perspektif baru dalam membaca Bolaang Mongondow. Meminjam… Lanjutkan membaca Telah Terbit Buku Bolaang Mongondow
Meneguhkan Islam Nusantara
31 Januari 2016, merupakan Hari lahir Ke-90 Nahdlatul Ulama. Peringatan Harlah NU tersebut mengusung tema ‘Islam Nusantara Menjaga Aset Bangsa’. Dimana melalui tema tersebut tersirat bahwa NU berkomitmen untuk senantiasa menjaga perdamaian dan keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Komitmen ini terus digelorakan, karena NU melihat banyak gerakan dan paham yang cenderung mencerai-berai keutuhan bangsa yang… Lanjutkan membaca Meneguhkan Islam Nusantara
Memaknai Kebebasan
Kita harus bertanya mengapa Tuhan mengizinkan kita berbuat dosa. Bahkan terkadang kita sering terkejut ketika menyadari bahwa Tuhan sendirilah yang menciptakan setan. Ketika setan menolak untuk mengikuti perintah Tuhan dan diusir dari surga, Tuhan memberikan izin sampai hari akhir untuk menggoda manusia agar selalu membangkang kepada Tuhan. Setan membuktikan bahwa manusia tidak seperti malaikat yang… Lanjutkan membaca Memaknai Kebebasan
“Tuntul” Simbol Transformasi Pencerahan
Tradisi "monuntul" atau malam pasang lampu di Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara pada 3 malam terakhir Ramadhan, jika diselami hakikatnya ternyata memiliki makna yang sangat dalam. "Monuntul" atau di Gorontalo dikenal dengan "Tumbilotohe" pada zaman dahulu merupakan upaya untuk menerangi jalan yang sering dilalui orang-orang saat pergi beribadah. Dengan suasana terang benderang dipersepsikan orang-orang akan semakin giat… Lanjutkan membaca “Tuntul” Simbol Transformasi Pencerahan
Islam “Rahmatan Lil ‘Alamin”
"Tidak Kami utus engkau (Muhammad), melainkan menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil 'alamin)," Semalam saya membaca bukunya Dr. Adian Husaini berjudul "Virus Liberalisme". Setelah sebelumnya saya juga tamat membaca buku "Islam dan Pluralisme" dari Dr. Jalaludin Rahmat. Keduanya merupakan intelektual Islam Indonesia dengan pemikiran mengenai keislaman yang memiliki perbedaan sangat tajam. Disamping itu basic… Lanjutkan membaca Islam “Rahmatan Lil ‘Alamin”
Diam Itu Emas
"Tidak ada suatu ucapan yg diucapkan seseorang melainkan ada di dekatnya pengawas (malaikat) yg selalu hadir (mencatat ucapan tersebut)" (QS 50:18) Edisi tafakkur ramadhan kali ini, saya ingin membagikan kepada sahabat facebookers perihal nasihat diam itu emas yg ditulis M. Quraish Shihab dalam salah buku best-seller nya berjudul "Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan". Saat… Lanjutkan membaca Diam Itu Emas
Derita Membawa Bahagia
"Sesungguhnya di balik kesusahan (penderitaan) pasti ada kemudahan (kebahagiaan)," Sebelumnya ada catatan dgn tema yg sama, tinggal menulis penutupnya dan di posting utk edisi tafakkur hari ini. Sayangnya gagal krn HP tiba-tiba error dan hank. Maklumlah hpenya masih kurang smart, makanya seringkali menguji kesabaran. Hati sempat bergumam: "untung lagi puasa, kalau tdk sudah saya banting,".… Lanjutkan membaca Derita Membawa Bahagia





































